Yuswanto Raider

Saya adalah Guru ASN di SMA Negeri 1 Bangsal Kabupaten Mojokerto. Saya lahir di Surabaya, 14 Februari 1974. Saya alumnus Jurusan Pendidikan Geografi FPIPS IKIP ...

Selengkapnya
SMAN 1 Bangsal Punya Cara Taktis Membumikan Pancasila di Sekolah
Pakaian adat daerah merupakan kekayaan tradisi dan budaya Indonesia. Wajib kita lestarikan demi kemaslahatan anak cucu kita sebagai penerus estafet pembangunan NKRI

SMAN 1 Bangsal Punya Cara Taktis Membumikan Pancasila di Sekolah

Pancasila adalah ideologi bangsa Indonesia. Selayaknya dalam setiap hal, segenap perilaku bersumber dari nilai-nilai luhur Pancasila. Seluruh warga negara dan rakyat Indonesia harus mengetahui, memahami, memaknai, dan mampu mengamalkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam 5 sila di Pancasila. Itulah ciri khas bangsa Indonesia sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat.

Mengingat kewajiban setiap warga negara yang harus tunduk dengan aturan maupun peraturan perundang-undangan, maka sudah seharusnya setiap warga negara memiliki pandangan hidup yang permanen. Pancasila adalah pandangan hidup bangsa Indonesia dan menjadi sumber dari segala sumber hukum yang berlaku di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Harus kita ketahui dan camkan, bahwa Indonesia merdeka bukan karena pemberian negara lain. Indonesia merdeka karena perjuangan hidup mati segenap rakyatnya. Indonesia bangsa merdeka yang tak rela diperlakukan tak wajar oleh para kolonialis penjajah. Untuk itulah, kiranya segenap rakyat Indonesia harus mampu menjadi benteng pertahanan yang tak tergoyahkan bagi negara, bangsa, dan pemerintah Indonesia.

Menyadari akan kewajiban setiap warga negara itulah, maka Kepala SMA Negeri 1 Bangsal Kabupaten Mojokerto, yang dijabat oleh Suyono, S.Pd., M.M.Pd., sejak 1 Oktober 2016 menciptakan sebuah program di sekolahnya. Program itu bernama "Membumikan Pancasila di Sekolah". Sebuah program yang terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari di sekolah yang berada di Desa Peterongan, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur.

Apa yang dilaksanakan di SMAN 1 Bangsal dengan program Membumikan Pancasila di Sekolah? Tentu tidak mudah untuk menjawabnya. Namun secara faktual beberapa aktivitas seluruh warga SMAN 1 Bangsal dalam rangkaian membumikan Pancasila di sekolah, selama 3 tahun terakhir (2016-2018) telah melaksanakan beberapa kegiatan berikut :

TAMAN PANCASILA

Pancasila disimbolkan dengan gambar burung garuda. Sebagaimana yang terlihat dalam gambar Pancasila beserta 5 silanya yang umum dimiliki seluruh rumah warga di wilayah NKRI. Simbol itu sangat krusial dan memiliki makna di masing-masing bagiannya. SMAN 1 Bangsal pun tak ingin melepaskan simbol Pancasila itu dari sekolahnya, ketika bertekad membumikan Pancasila di sekolah.

Ketika memahami arti penting dari suatu simbol itulah, maka Kepala SMAN 1 Bangsal (Bapak Suyono, S.Pd., M.M.Pd.) membangun Taman Pancasila. Tepatnya pada tanggal 1 Oktober 2016, peletakkan batu pertama pun dilakukan. Taman dengan ornamen khusus Pancasila itu pun terbangun dan menjadi simbol penting bagi SMAN 1 Bangsal sebagai sekolah yang bertekad bulat untuk Membumikan Pancasila di Sekolah.

Fakta itu menjadi motivasi tersendiri bagi segenap keluarga besar SMAN 1 Bangsal. Utamanya untuk kembali membangkitkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam 5 sila Pancasila. Taman Pancasila itu hingga saat ini menjadi sebuah tempat untuk beraktivitas bagi seluruh kegiatan kesiswaan, terutama pada saat memperingati Hari Lahir Pancasila (1 Juni) dan Hari Kesaktian Pancasila (1 Oktober).

PROSESI PANCASILA SAKTI

Prosesi Pancasila Sakti adalah judul kegiatan dalam rangkaian kegiatan memperingati Hari Kesaktian Pancasila di tahun 2017. Dalam pelaksanaannya, setidaknya ada 7 bentuk kegiatan utama yang dilakukan dalam 2 hari. Doa bersama, renungan Pancasila sakti, nonton bersama film G.30.S/PKI, upacara bendera, peragaan 36 pakaian adat nusantara, pawai prosesi Pancasila, dan peresmian Taman Pancasila.

Doa bersama dilaksanakan pada Sabtu, 30 September 2017. Setelah doa bersama dilanjutkan dengan renungan Pancasila sakti. Usai renungan, seluruh peserta kegiatan mengikuti acara nonton bareng pemutaran film G.30.S/PKI. Sedangkan beberapa acara dilanjutkan ke-esokan harinya. Meski semua sekolah sedang libur tetapi SMAN 1 Bangsal tetap menggelar acara bertajuk Prosesi Pancasila Sakti. Tepatnya pada Minggu, tanggal 1 Oktober 2017.

Sebelum pelaksanaan upacara bendera, dalam posisi seluruh peserta sudah siap di lapangan, maka prosesi pasangan baju adat dari 36 daerah pun dipamerkan. Seluruh peraga berjalan mengitari di depan peserta upacara dan kemudian berhenti untuk turut dalam peserta upacara di barisan khusus sebagai Punggawa Agung Pancasila. Setelah itu barulah upacara dilaksanakan.

Usai pelaksanaan upacara, seluruh peserta dan bapak/ibu guru mengikuti pawai dengan susunan alur dan barisan yang sudah ditata berdasar klasifikasi kenegaraan. Pawai ini menuju Taman Pancasila untuk mengapresiasi perjuangan 8 Pahlawan Revolusi sekaligus meresmikan Taman Pancasila SMAN 1 Bangsal.

Dalam tataran ini, SMAN 1 Bangsal tak melihat hari minggu sebagai hari libur, melainkan lebih mengedepankan pemahaman dan penghayatan atas sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Seluruh guru dan siswa hadir dalam acara ini dan menjadikan mereka sebagai sosok yang peduli dan mampu memaknai nilai-nilai luhur yang ada di 5 sila Pancasila.

SARASEHAN PANCASILA

Meningkatkan pengetahuan dan wawasan peserta didik, menjadi tanggung jawab mutlak segenap tenaga kependidikan di sekolah. Tak terkecuali jajaran pimpinan dan komite sekolah maupun lembaga lain di luar sekolah. Dalam hal ini, SMAN 1 Bangsal mengangkat tema khusus "Mewujudkan Pelajar Pancasila".

Narasumber dalam kegiatan ini terdiri dari Danramil 0815/10 Bangsal (Kapten Infanteri Mujiono), Kepala SMAN 1 Bangsal (Suyono), Guru mata pelajaran Sejarah (Drs. H. Sofwan), Guru mata pelajaran PKn (Lamirin, S.Pd., dan Ida Ayu, S.Pd.). Sarasehan ini berlangsung selama 2,5 jam dan berlokasi di Taman Pancasila. Hal ini membuat peserta didik bersemangat dan kian tahu apa sejatinya Pancasila bagi kehidupannya sehari-hari.

Dalam paparannya, Kapten Infanteri Mujiono menjelaskan bila ideologi Pancasila merupakan nilai-nilai luhur budaya dan religius bangsa Indonesia sekaligus sebagai falsafah dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Sementara itu, Pancasila sebagai Ideologi Negara, Pancasila merupakan visi atau arah dari penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.(www.inilahmojokerto.com, 1 Oktober 2018)

DOA BERSAMA

Peningkatan kualitas iman dan taqwa seseorang, jelas akan mempengaruhi terhadap kualitas sikap dan perilakunya sehari-hari. Termasuk tentang bagaimana seseorang dapat mengapresiasi dan mengekspresikan rasa bersyukurnya pada Sang Maha Pencipta. Ketika kita menjadi warga negara Indonesia pun, sudah seharusnya kita bersyukur dengan setulus dan sepenuh hati.

SMAN 1 Bangsal mencoba memberikan penguatan karakter pada peserta didik maupun tenaga kependidikan yang ada di dalam sekolah. Sejenak mereka diajak menundukkan kepala sembari memanjatkan doa keharibaan Illahi. Bacaan tahlil dan Yasiiin terdengar begitu khusu' dan hikmat. Doa dari sebuah sekolah yang bertekad membumikan Pancasila.

Bersama mendoakan agar ke-8 Pahlawan Revolusi mendapatkan tempat terlayak disisi Sang Maha Agung. Mendoakan agar Pancasila tetap kukuh dan tangguh menjadi falsafah negara, bangsa, dan rakyat Indonesia. Mendoakan agar seluruh korban gempa bumi dan tsunami di Lombok, Palu, dan Donggala segera mendapatkan kemudahan dan kembali beraktivitas seperti sebelum dilanda bencana alam. Semua terpercik dalam setiap ayat-ayat yang dikumandangkan hingga terpatri bila semua adalah saudara dan NKRI Harga Mati.

RENUNGAN PANCASILA SAKTI

Hidup ini adalah fakta yang tak dapat dihindari. Apapun yang terjadi merupakan sebuah garis sekaligus ujian bagi setiap ummat manusia. Bagaimana mengucapkan rasa syukur sekaligus meningkatkan pengetahuan dan pemaknaan terhadap suatu hal, patut untuk dilakukan perenungan lebih mendalam. Salah satunya melalui renungan suci Pancasila Sakti.

Segenap warga SMAN 1 Bangsal melakukan renungan Pancasila Sakti di Taman Pancasila milik sekolah. Temaram cahaya menambah kian hikmatnya proses renungan. Ya, renungan atas kuasa Tuhan dan segenap berkahnya untuk seluruh warga sekolah. Untuk seluruh keluarga Pahlawan Revolusi, untuk Pancasila agar lebih dipegang teguh sebagai pandangan hidup bagi seluruh Rakyat Indonesia.

Renungan Pancasila Sakti di SMAN 1 bangsal. dipimpin oleh guru mata pelajaran agama Islam, Bapak H. Misbachul Ulum, S.Ag. Usai berdoa, seluruh warga sekolah diajak merefleksikan berbagai fenomena perjuangan para pahlawan di saat terjadinya pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI). Gugurnya para Pahlawan Revolusi adalah bentuk konkret nasionalisme putra ibu pertiwi dalam membentengi rakyat, bangsa, dan NKRI. Teladan yang patut dicontoh dan diimplementasikan saat ini dengan berdasar pada nilai-nilai luhur Pancasila.

TEATERIKAL PANCASILA

Mengekspresikan rasa cinta tanah air dan kepahaman terhadap ideologi bangsa, tentu banyak cara yang dapat ditempuh. Satu diantaranya adalah dalam bentuk ekspresi seni dan tradisi. Kali ini, dengan konsep Pancasila di Hati, pegiat ekstra kurikuler Teater - SMAN 1 Bangsal menampilkan atraksi teaterikal. Dibawa bimbingan pelatih yang profesional dan berkomitmen tinggi terhadap Pancasila, akhirnya terciptalah ekspresi pelajar untuk Pancasila.

Adalah Rb. Abdul Gani, yang mengaktualisasikan ide cerita dan konsep nasionalis pada seluruh jajaran anggota ekstra kurikuler Teater "AIR" SMA Negeri 1 Bangsal. Pada titik klimaks atas lakon itu, masing-masing pemain peran mengucapkan dengan lantang kelima sila yang ada di Pancasila. Tak ayal lagi, dengan sentuhan yang hikmat dalam pementasan teaterikal, telah mampu membuat penonton pun meneteskan air mata. Mereka merinding, terharu, dan mengingat perjuangan para pahlawan yang telah gugur demi Pancasila dan NKRI.

NOBAR FILM G.30.S/PKI

Menyaksikan kembali dokumenter perjuangan, tentu menjadi model bagus untuk meningkatkan pemahaman peserta didik atas sejarah bangsanya. Hal ini patut dilakukan sebagai bentuk pembelajaran atas sejarah perjalanan bangsa dan negara Indonesia dalam menghadapi segenap tantangan kemerdekaan. Selain itu, dengan memberikan kesempatan dalam menyaksikan film dokumenter G.30.S/PKI, dapat dijadikan bahan renungan akan pentingnya menjaga kedaulatan NKRI.

Ketika menyaksikan film ini, peserta didik tak boleh dibiarkan begitu saja. Melainkan harus didampingi agar dapat bersama mengamati dan menghayati proses dari sebuah sejarah yang didokumentasikan melalui film. Peserta didik SMAN 1 Bangsal saat menonton film ini, didampingi oleh personil dari Koramil Bangsal dan beberapa guru mata pelajaran sejarah. Sehingga mereka dapat langsung berdiskusi seraya menyaksikan film yang penuh makna itu.

Tanpa bermaksud mengesampingkan nilai-nilai kemanusiaan, film dokumenter G.30.S/PKI ini sejatinya mengandung unsur sadis dan penuh intrik. Oleh karena itu, proses pendampingan wajib dilakukan agar pencerahan diperoleh peserta didik secara bijaksana. "Anak-anak harus diberi penjelasan atas film itu. Sehingga mereka tidak salah mengerti apalagi salah menafsirkan kondisi sejarah bangsanya," ujar Drs. H. Sofwan, guru mata pelajaran Sejarah yang turut serta mendampingi acara nonton bareng film G.30.S/PKI bersama personil Koramil Bangsal, Serka M. Choir.

PEMBELAJARAN TERINTEGRASI

Setiap ucapan dan perilaku akan mencerminkan bagaimana seseorang dapat belajar dengan baik. Termasuk pada pembelajaran yang dilakukan seorang guru pada muridnya. Bagi SMAN 1 Bangsal, upaya memberikan pengetahuan dan wawasan serta keterampilan peserta didik sesuai amanat Pancasila, menjadi sesuatu yang dipandang krusial dan wajib dilakukan. Hal itu tergambar dari berbagai pesan Kepala SMAN 1 Bangsal kepada para tenaga pendidik di sekolahnya.

Sejak awal semester genap tahun pelajaran 2016/2017, Kepala SMAN 1 Bangsal sudah menginstruksikan kepada seluruh tenaga pendidik, agar sebisa mungkin menyelipkan pesan-pesan moral yang berlandaskan nilai-nilai luhur Pancasila di setiap mata pelajaran. Utamanya pada saat seorang tenaga pendidik sedang melaksanakan proses pembelajaran di kelas. Kondisi dan strategi seperti ini dipandang sangat efektif untuk membumikan Pancasila di sekolah.

Suasana sekolah yang sudah dari pintu gerbang bernuansa Pancasila, membuat SMAN 1 Bangsal memiliki semboyan sebagai sekolah bumi Pancasila. Hal itu lebih mantap lagi ketika sekolah ini menerapkan model Pendidikan Multidimensi Berbasis Religi. Sepertinya inisiatif Kepala SMAN 1 Bangsal tak pernah berhenti untuk berdaya upaya meletakkan dasar-dasar pemikiran menuju nasionalisme dan Pancasilais bagi segenap keluarga besar sekolahnya.(Panduan Rencana Strategis Membumikan Pancasila di SMAN 1 Bangsal, 2017)

"Saya sangat optimis bila potensi sekolah ini dapat dikembangkan menjadi sekolah yang benar-benar dapat memahami nilai-nilai luhur Pancasila. Targetnya, pembentukan pola pikir konstruktif bagi seluruh keluarga besar sekolah ini akan pentingnya memahami dan mengamalkan ideologi Pancasila. Semua yang kita lakukan di sekolah ini pasti berakar pada Pancasila demi penguatan pendidikan karakter yang nasionalis dan penuh tanggungjawab," ujar Suyono yang juga Ketua MKKS SMA Negeri Kab/Kota Mojokerto.***

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

The REAL PPK

09 Oct
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali